Senin, 31 Mei 2010

catatan kecil tentang (ehem..) cinta

"... Ainun terlahir untuk saya, Saya terlahir untuk Ainun"
dan pak Habibi pun tak kuasa membendung air matanya...


Saya melihat kejadian mengharukan ini di televisi, ada banyak yang saya rasakan... sedih tentu saja, wajar untuk sebuah kehilangan bahkan kehilangan untuk orang yang saya tidak kenal...
tapi entah kenapa saya juga berbahagia, bahagia karena saya bisa melihat cinta yang begitu indah...
saya tidak mengenal ibu ainun, bahkan pada saat pak Habibi menjadi presiden, kiprah beliau pun tidak pernah saya perdulikan ( mungkin karena saya yang terlalu ignorant pada saat itu) tapi sekarang ketika melihat kejadian itu saya penasaran "siapa sebenarnya beliau??"

alasannya sederhana, karena saya ingin dicintai seperti beliau...
saya ingin, seseorang mencintai saya seperti Pak Habibi mencintai beliau..
saya ingin (misalnya), ketika saya sekarat ada seseorang yang bahkan selama dua bulan tidak meninggalkan saya di rumah sakit.

saya memang sentimental ketika orang lain mengenang Ibu Ainun atas senua jasa beliau, saya malah terfokus pada kisah cinta mereka yang bagi saya begitu romantis, begitu real karena saya merasakan ketulusan Pak Habibie ketika mengatakan itu walau cuma di televisi.
saya cuma membaca romeo and juliett dari novel, menonton Titanic dari bioskop, saya menemukan gambaran cinta sejati dari fiksi... bukan real...
katakanlah saya melankolis, atau apalah...
saya percaya cinta sejati itu ada..
dan saya benar ketika melihat Pak Habibi dan Ibu Ainun..
saya benar, bahwa cinta sejati benar-benar ada, saya yakin...
dan akan bertahan dengan keyakinan saya...

malam ini saya tersenyum, karena alasan ini...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar