"... Ainun terlahir untuk saya, Saya terlahir untuk Ainun"
dan pak Habibi pun tak kuasa membendung air matanya...
Saya melihat kejadian mengharukan ini di televisi, ada banyak yang saya rasakan... sedih tentu saja, wajar untuk sebuah kehilangan bahkan kehilangan untuk orang yang saya tidak kenal...
tapi entah kenapa saya juga berbahagia, bahagia karena saya bisa melihat cinta yang begitu indah...
saya tidak mengenal ibu ainun, bahkan pada saat pak Habibi menjadi presiden, kiprah beliau pun tidak pernah saya perdulikan ( mungkin karena saya yang terlalu ignorant pada saat itu) tapi sekarang ketika melihat kejadian itu saya penasaran "siapa sebenarnya beliau??"
alasannya sederhana, karena saya ingin dicintai seperti beliau...
saya ingin, seseorang mencintai saya seperti Pak Habibi mencintai beliau..
saya ingin (misalnya), ketika saya sekarat ada seseorang yang bahkan selama dua bulan tidak meninggalkan saya di rumah sakit.
saya memang sentimental ketika orang lain mengenang Ibu Ainun atas senua jasa beliau, saya malah terfokus pada kisah cinta mereka yang bagi saya begitu romantis, begitu real karena saya merasakan ketulusan Pak Habibie ketika mengatakan itu walau cuma di televisi.
saya cuma membaca romeo and juliett dari novel, menonton Titanic dari bioskop, saya menemukan gambaran cinta sejati dari fiksi... bukan real...
katakanlah saya melankolis, atau apalah...
saya percaya cinta sejati itu ada..
dan saya benar ketika melihat Pak Habibi dan Ibu Ainun..
saya benar, bahwa cinta sejati benar-benar ada, saya yakin...
dan akan bertahan dengan keyakinan saya...
malam ini saya tersenyum, karena alasan ini...
The way i think way i speak way i solve my problems way i love way i spend my day Way i hate something the way i live my life
Senin, 31 Mei 2010
Sabtu, 29 Mei 2010
Cerita di akhir Mei yang biasa-biasa saja
saya dan seorang sahabat tengah duduk di sebuah coffe shop di palembang, banyak hal tadinya yang ingin saya bahas dengannya hitung-hitung mengganti waktu yang terlewat bebrapa tahun ini tepatnya saat-saat kami masih kuliah di sebuah universitas negeri dua tahun yang lalu...
tapi entah ketika dia datang, setelah berbasa-basi sejenak sekadar menanyakan kabar, saya kembali menekuni buku yang saya baca, kemudian akhirnya menulis tulisan yang saat ini anda baca, sedangkan dia yang setelah datang kemudian duduk dihadapan saya dan bertanya apa kabar yang sepertinya cuma sekadar pertanyaan pembuka dan penutup obrolan kami... (hehehe)
kemudian dia mulai mengetik bergantian dari tiga handphone yang dia punya, dan bisa ditebak tak ada waktu baginya untuk melanjutkan obrolan kami, mendengarkan ucapan saya, bahkan memesan minuman( hehehe)..
kami yang sewaktu kuliah kadang seperti anak kembar kemana-mana selalu bersama, jalan ke mall setelah kuliah, bolos mata kuliah umum dan jajan roti bakar di terminal kampus, ngecengin cowok idola kita, nonton festival band, dan konser musik.
kami yang berprinsip tiada hari tanpa menggosip dan selalu ada saja gosip untuk dibahas setiap hari, kini duduk berhadapan seperti anak autis yang satu sibuk didepan komputer sedang yang lain sedang sibuk bersms dengan entah siapa saja di seberang sana
lalu apa yang salah dengan kami berdua, bukan masalah kerenggangan persahabatan kami (cieeeh...), bukan juga masalah kurangnya komunikasi antara kami berdua (entah kenapa saya merasa terlalu mellow ketika mengetik kalimat ini... dan ada sedikit perasaan mual yang sama sekali tidak berhubungan dengan kesehatan saya hehehe), tapi saya merasa.. ehm ini mungkin saja... bukan berarti saya meyakini demikian, ini hanya perasaan saya saja... hmmm yakinlah...
saya merasa mungkin karena kami berdua terlalu eksis di dunia maya( ih waaaw...!!!!!) hmmmn ... bagaimana menjelaskannya, maksudnya saya (dan mungkin juga teman saya) merasa terlalu addicted dengan produk-produk teknologi ini, facebook, twitter dan tentu saja blogg.
sehingga melupakan cara komunikasi tradisional yang semestinya harus dilestarikan hehehhe...
well eniwei saya percaya bahwa komunikasi dengan cara-cara lama akan jauh lebih efektif dan aman. so mari mulai obrolan ringan mulai dari orang di sebelah anda, karena bagaimanapun juga mulut dan lidah anda digunakan untuk bicara, jangan sampai jari-jari anda mengambil peran penting ini...
mari bicara, dengan lidah, bukan jari... hehehe
* note: di dedikasikan untuk Sartika dewi, : dear terlalu banyak mengetik di handphone bisa menyebabkan kram jari did you know??? hehehehe
tapi entah ketika dia datang, setelah berbasa-basi sejenak sekadar menanyakan kabar, saya kembali menekuni buku yang saya baca, kemudian akhirnya menulis tulisan yang saat ini anda baca, sedangkan dia yang setelah datang kemudian duduk dihadapan saya dan bertanya apa kabar yang sepertinya cuma sekadar pertanyaan pembuka dan penutup obrolan kami... (hehehe)
kemudian dia mulai mengetik bergantian dari tiga handphone yang dia punya, dan bisa ditebak tak ada waktu baginya untuk melanjutkan obrolan kami, mendengarkan ucapan saya, bahkan memesan minuman( hehehe)..
kami yang sewaktu kuliah kadang seperti anak kembar kemana-mana selalu bersama, jalan ke mall setelah kuliah, bolos mata kuliah umum dan jajan roti bakar di terminal kampus, ngecengin cowok idola kita, nonton festival band, dan konser musik.
kami yang berprinsip tiada hari tanpa menggosip dan selalu ada saja gosip untuk dibahas setiap hari, kini duduk berhadapan seperti anak autis yang satu sibuk didepan komputer sedang yang lain sedang sibuk bersms dengan entah siapa saja di seberang sana
lalu apa yang salah dengan kami berdua, bukan masalah kerenggangan persahabatan kami (cieeeh...), bukan juga masalah kurangnya komunikasi antara kami berdua (entah kenapa saya merasa terlalu mellow ketika mengetik kalimat ini... dan ada sedikit perasaan mual yang sama sekali tidak berhubungan dengan kesehatan saya hehehe), tapi saya merasa.. ehm ini mungkin saja... bukan berarti saya meyakini demikian, ini hanya perasaan saya saja... hmmm yakinlah...
saya merasa mungkin karena kami berdua terlalu eksis di dunia maya( ih waaaw...!!!!!) hmmmn ... bagaimana menjelaskannya, maksudnya saya (dan mungkin juga teman saya) merasa terlalu addicted dengan produk-produk teknologi ini, facebook, twitter dan tentu saja blogg.
sehingga melupakan cara komunikasi tradisional yang semestinya harus dilestarikan hehehhe...
well eniwei saya percaya bahwa komunikasi dengan cara-cara lama akan jauh lebih efektif dan aman. so mari mulai obrolan ringan mulai dari orang di sebelah anda, karena bagaimanapun juga mulut dan lidah anda digunakan untuk bicara, jangan sampai jari-jari anda mengambil peran penting ini...
mari bicara, dengan lidah, bukan jari... hehehe
* note: di dedikasikan untuk Sartika dewi, : dear terlalu banyak mengetik di handphone bisa menyebabkan kram jari did you know??? hehehehe
Selasa, 18 Mei 2010
.::tentang ramalan-ramalan::.
Bicara tentang ramalan2 kadang membuat saya tersenyum, tertawa, cemberut, atau bahkan deg-deg an, benarkah itu yang akan terjadi??!.
Banyak dari kita mungkin termasuk orang2 yang terobsesi untuk melihat apa yang akan terjadi di masa depan. Maka bnyk dari kita menghitung2, menilai, menganalisa bagaimana nasib kita dan orang-orang lain disekitar kita di masa depan.
Saya bukan tipikal orang seperti itu, well okelah, saya memang penasaran dan ingin tahu seperti apa saya di masa depan, tapi terus terang saya tidak pernah punya niat atau dengan sengaja meminta orang yg di kategorikan "pinter" untuk "melihat" saya.
Tapi lucunya selalu saja ada orang2 yg mengaku bisa, atau dianggap orang lain bisa meramal seperti itu, dengan senang hati "membaca" saya maka jadilah dalam hidup saya sampai saat ini entah sudah brapa kali saya "diramal" (hehehe!!)
ada bnyk hal yg mereka katakan, ada hal-hal yg saya ingat, tp lebih bnyk yang sya lupakan.
Tapi alasan knpa saya, tidak berusaha mengingat ramalan-ramalan itu adalah karena saya tidak mau terlalu terpengaruh pada ramalan2 itu. Karena yang saya rasakan adalah sya tidak mau terpusat pada apa yg orang lain katakan, dan melupakan potensi2 lain, yg mungkin hadir seiring bertambhny usia saya.
Dalam hidup ini, saya kerap meramalkan nasip, menghitung2 langkah, target dan memutuskan bahwa bulan depan, atau tahun depan itulah yang akan terjadi, tapi saya lupa, bahwa tanpa passion, usaha hitung2 an, ramalan akan tetap jadi hitung2 an dan ramalan.
So, bergerak!!
Banyak dari kita mungkin termasuk orang2 yang terobsesi untuk melihat apa yang akan terjadi di masa depan. Maka bnyk dari kita menghitung2, menilai, menganalisa bagaimana nasib kita dan orang-orang lain disekitar kita di masa depan.
Saya bukan tipikal orang seperti itu, well okelah, saya memang penasaran dan ingin tahu seperti apa saya di masa depan, tapi terus terang saya tidak pernah punya niat atau dengan sengaja meminta orang yg di kategorikan "pinter" untuk "melihat" saya.
Tapi lucunya selalu saja ada orang2 yg mengaku bisa, atau dianggap orang lain bisa meramal seperti itu, dengan senang hati "membaca" saya maka jadilah dalam hidup saya sampai saat ini entah sudah brapa kali saya "diramal" (hehehe!!)
ada bnyk hal yg mereka katakan, ada hal-hal yg saya ingat, tp lebih bnyk yang sya lupakan.
Tapi alasan knpa saya, tidak berusaha mengingat ramalan-ramalan itu adalah karena saya tidak mau terlalu terpengaruh pada ramalan2 itu. Karena yang saya rasakan adalah sya tidak mau terpusat pada apa yg orang lain katakan, dan melupakan potensi2 lain, yg mungkin hadir seiring bertambhny usia saya.
Dalam hidup ini, saya kerap meramalkan nasip, menghitung2 langkah, target dan memutuskan bahwa bulan depan, atau tahun depan itulah yang akan terjadi, tapi saya lupa, bahwa tanpa passion, usaha hitung2 an, ramalan akan tetap jadi hitung2 an dan ramalan.
So, bergerak!!
Langganan:
Postingan (Atom)