saya dan seorang sahabat tengah duduk di sebuah coffe shop di palembang, banyak hal tadinya yang ingin saya bahas dengannya hitung-hitung mengganti waktu yang terlewat bebrapa tahun ini tepatnya saat-saat kami masih kuliah di sebuah universitas negeri dua tahun yang lalu...
tapi entah ketika dia datang, setelah berbasa-basi sejenak sekadar menanyakan kabar, saya kembali menekuni buku yang saya baca, kemudian akhirnya menulis tulisan yang saat ini anda baca, sedangkan dia yang setelah datang kemudian duduk dihadapan saya dan bertanya apa kabar yang sepertinya cuma sekadar pertanyaan pembuka dan penutup obrolan kami... (hehehe)
kemudian dia mulai mengetik bergantian dari tiga handphone yang dia punya, dan bisa ditebak tak ada waktu baginya untuk melanjutkan obrolan kami, mendengarkan ucapan saya, bahkan memesan minuman( hehehe)..
kami yang sewaktu kuliah kadang seperti anak kembar kemana-mana selalu bersama, jalan ke mall setelah kuliah, bolos mata kuliah umum dan jajan roti bakar di terminal kampus, ngecengin cowok idola kita, nonton festival band, dan konser musik.
kami yang berprinsip tiada hari tanpa menggosip dan selalu ada saja gosip untuk dibahas setiap hari, kini duduk berhadapan seperti anak autis yang satu sibuk didepan komputer sedang yang lain sedang sibuk bersms dengan entah siapa saja di seberang sana
lalu apa yang salah dengan kami berdua, bukan masalah kerenggangan persahabatan kami (cieeeh...), bukan juga masalah kurangnya komunikasi antara kami berdua (entah kenapa saya merasa terlalu mellow ketika mengetik kalimat ini... dan ada sedikit perasaan mual yang sama sekali tidak berhubungan dengan kesehatan saya hehehe), tapi saya merasa.. ehm ini mungkin saja... bukan berarti saya meyakini demikian, ini hanya perasaan saya saja... hmmm yakinlah...
saya merasa mungkin karena kami berdua terlalu eksis di dunia maya( ih waaaw...!!!!!) hmmmn ... bagaimana menjelaskannya, maksudnya saya (dan mungkin juga teman saya) merasa terlalu addicted dengan produk-produk teknologi ini, facebook, twitter dan tentu saja blogg.
sehingga melupakan cara komunikasi tradisional yang semestinya harus dilestarikan hehehhe...
well eniwei saya percaya bahwa komunikasi dengan cara-cara lama akan jauh lebih efektif dan aman. so mari mulai obrolan ringan mulai dari orang di sebelah anda, karena bagaimanapun juga mulut dan lidah anda digunakan untuk bicara, jangan sampai jari-jari anda mengambil peran penting ini...
mari bicara, dengan lidah, bukan jari... hehehe
* note: di dedikasikan untuk Sartika dewi, : dear terlalu banyak mengetik di handphone bisa menyebabkan kram jari did you know??? hehehehe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar